• Saturday, 16 October 2021
  • Potensi Pertambangan


    Potensi Pertambangan

    A.   Bahan Galian

    Bahan galian logam terutama togam mulia terbukti terdapat di wilayah Kabupaten Lebak dan Pandeglang serta terindikasi di wilayah Kabupaten Serang. Wilayah Cikotok dan sekitarnya Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak sejak zaman penjajahan Beianda merupakan wilayah pertambangan emas dan bahan galian Iain pengikutnya seperti perak. Meskipun saat ini penambangan yang dikelola  PT Aneka       Tambang Tbk. Sudan mulai menghentikan kegiatan eksploitasinya namun potensinya masih terdapat terbukti dengan masih dilakukannya penambangan oleh rakyat. Potensi tersebut berada di wilayah Taman Nasional Gunung Halimun serta serta di beberapa Kecamatan seperti Cipanas dan Panggarangan. Di Kabupaten Pandeglang, kegiatan penambangan emas sedangdipersiapkan oleh PT Aneka Tambang Tbk. bekerjasama dengan PT. Cibaliung Sumber Daya.

    Resources emas yang dimiliki Tambang Emas Cibaliung diperkirakan sebesar 1,5 juta wmt bijih emas dengan kadar rata-rata 9,8 gr emas per ton, dengan umur tambang diperkirakan selama 6 tahun, dengan maksimum produksi 70.000 Toz (2.000 kg) emas.

    Tambang bawah tanah dengan Decline Access dan metode penambangan mekanis “cut and fill” dan “undercut and fill”. Gold prosesing dengan CIL proses

     Saat ini CSD dalam Tahap Komersial Production, peleburan pertama (percobaan) tanggal 13 Mei 2010 dengan hasil bulion seberat 22,2 kg dengan kadar + 15 % Au.

    Pengoperasian Tambang Emas Cibaliung diresmikan oleh Gubernur Banten pada tanggal 26 Mei 2010 dan Total Produksi Emas Tahun 2011 sebesar 679.2Kg dan Perak sebesar 3,911.9 Kg.

    Kemajuan terowongan sampai akhir 2010 telah mencapai 3.074,1 m dari rencana 9.678,2 m. Kegiatan penambangan terowongan akan berakhir pada tahun 2017, apabila tidak ditemukannya cadangan baru.

    Kegiatan pemboran dalam kawasan IUP Operasi Produksi terus dilakukan untuk menemukan cadangan baru guna menambah umur operasional Tambang Emas Cibaliung.

    Lokasi Tambang Emas Cibaling.

    Tambang emas Cibaliung terletak di ujung Barat Daya Pulau Jawa, di sebelah Timur Taman Nasional Ujung Kulon dan secara administratif berada di wilayah Desa Mangku Alam - Padasuka Kecamatan Cimanggu Kabupaten Pandedglang.

    Lokasi tambang berjarak ± 197 km dari Jakarta dan dapat dicapai dengan menggunakan kendaraan roda empat selama ± 4 jam perjalanan melalui jalan beraspal menuju Kecamatan Cibaliung dan Cimanggu

    Kondisi topografi daerah tambang dan sekitarnya pada umumnya bergelombang (undulating) sampai berbukit dengan kisaran ketinggian 30-300 m di atas permukaan air laut. Perbukitan yang lebih tinggi terletak di sebelah Barat lokasi proyek (di luar WIUP) yaitu Gunung Honje ± 620 m yang masuk dalam Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon.

    Sebagian besar sungai mengalir ke arah selatan menuju Samudera Hindia dan hanya sebagian kecil sungai mengalir ke arah Barat Laut yang bermuara di Selat Sunda.

    Seperti kebanyakan daerah di Indonesia, daerah Tambang Emas Cibaliung memiliki dua musim utama, yaitu musim penghujan yang berlangsung dari bulan Oktober sampai bulan Maret dengan kisaran suhu 25-30 derajat celcius dan musim kemarau berlangsung dari bulan April sampai bulan September dengan kisaran suhu 30-32 derajat celcius.

    Geologi Tambang Emas Cibaliung.

    Tambang Emas Cibaliung terletak di bagian tengah dari busur magmatik Sunda-Banda yang berumur Neogene. Batuan asal (host rock) pembawa bijih emas-perak adalah batuan Honje Volcanic dengan umur Akhir Miosen yang diterobos oleh subvolcanic andesit-diorit berupa "plug" atau "dike" dan kadang terpotong oleh "diatreme breccia". Menumpang tidak selaras di atas batuan asal ini berupa dacitic tuff, sediment muda, dan aliran lava basalt yang berumur Miosen Kuarter.

    Secara struktur geologi, prospek emas di Cibaliung terletak dalam koridor struktur yang berarah Barat-Barat Laut dengan lebar 3,5 km dan panjang 6 km. Dua struktur arah Utara-Barat Laut yang kaya cadangan emas dengan posisi relatif tegak sebagai sistem urat kuarsa, adalah Cikoneng di sebelah Utara dan Cibitung di sebelah Selatan yang berjarak 400 m. Tubuh yang kaya cadangan emas ini memiliki ukuran tebal 1-10 m, panjang 140-200 m, kedalaman sampai lebih 300 m dan masih menerus ke bawah. Tubuh yang kaya cadangan emas Cikoneng-Cibitung ini berupa "dilational jogs" dan "sigmoid bends" yang terbentuk dari perpotongan patahan Barat-Barat Laut, Utara-Barat Laut, dan Utara-Timur Laut. Bijih emas dan perak di Cikoneng-Cibitung terjadi oleh beberapa fase urat kuarsa "low sulfidation adularia-sericite" dalam sistem epitermal.

    Terdapat 2 group Gold Deposit di P. Jawa:

    1.    Low-sulphidation ephitermal veins, seperti : Pongkor, Cikidang-Ciawitali, Cisolok, Cibaliung.

    2.    Transitional ephitermah-mesothermal vein breccia, seperti : Cirotan, Cikotok, Cisungsang, Lebak Sembada.

    Potensi lainnya terindikasi di wilayah Kecamatan Cigeulis. Di Kabupaten Serang, emas terindikasi di wilayah Kecamatan Padarincang, Anyer dan Mancak.

    Bahan galian logam lainnya yang tertutama adalah Galena yang merupakan bijih timah hitam (Pb). Mineralisasi galena terkait dengan mineratisasi emas tersebar di kecamatan Cibeber, Cipanas, Panggarangan dan Malingping.

    Bahan galian non logam mempunyai penyebaran hampir diseluruh wilayah provinsi Banten dengan kecendrungan sebaran terbanyak menepati wilayah provinsi Banten bagian selatan yang meliputi kabupaten Lebakdan Kabupaten Pandeglang. Di Kabupaten Serang dan Kota Cilegon bahan galian yang bemilai adalah Andesit, basalt, tras dan batu apung yang terdapat dalam tufa.

    Di Kabupaten Lebak, bahan galian non logam yang bemilai ekonomis adalah berbagai jenis bahan galian industri seperti zeolit, felspar, bentonit, batugamping, pasir kuarsa, batu sempur, batumulia serta oatubara. Sedangkan di Kabupaten Pandeglang terdapat potensi batumulia yang dapat bernilai ekonomis selain batubelah, tras dan pasir

    Dalam rangka lebih memfokuskan usaha pertambangan di Provinsi Banten ada beberapa jenis bahan galian yang menjadi unggulan, antara lain emas, pasir kuarsa, zeolith, batu sempur, batu gamping, batu apung dan batubara.

    Untuk potensi gas dan minyak bumi, Pemerintah Pusat telah menyerahkan Blok Ujung Kulon untuk kegiatan eksplorasi dan pada saat ini tengah menawarkan Blok Rangkasbitung.

    Keberadaan berbagai jenis bahan galian yang ada di Provinsi Banten, mempunyai perkiraan cadangan, luas wilayah dan kualitas yang berbeda-beda, oleh karena itu dalam rangka lebih memfokuskan usaha pertambangan di Provinsi Banten ada beberapa potensi bahan galian yang dapat menjadi unggulan, antara lain pasir kuarsa, batu sempur, bentonit, trass, zeolit, emas, batu gamping, batuapung, feldsfar, batubara dan kaolin.

    Kebijakan di dalam masalah diversifikasi energi yang dicanangkan pemerintah pada hakekatnya menuntut berbagai penelitian dan penanganan yang sungguh-sungguh melalui kegiatan-kegiatan yang terkait di dalamnya.

    Batubara sebagai salah satu alternative sumber energi memang bukan suatu hal yang baru, namun penelitian dan penyelidikan yang lebih seksama serta informasi dari hasil penelitian dan penyelidikan yang telah dilakukan tampaknya merupakan suatu tuntutan utama agar hasil kerja tersebut dapat termanfaatkan dengan tepat dan berhasil guna.

    Secara umum sasaran program pengembangan dan pemanfaatan batubara nasional dapat dibedakan atas dua bagian yaitu cadangan negara (recoverable di atas 10 juta ton) dan cadangan kecil/terbatas (recoverable di bawah 10 juta ton). Produksi cadangan negara (cadangan besar) di Indonesia (Ombilin, Bukit Asam dan Kalimantan) terutama dipergunakan sebagai bahan bakar pembangkit listrik, bahan bakar industri semen dan industri menengah di samping untuk ekspor. Sedangkan produksi batubara cadangan terbatas (tersebar di Pulau Jawa, Sulawesi, Maluku dan Irian Jaya) terutama ditujukan untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar industri menengah dan kecil di dalam negeri.

    Potensi endapan batubara terbatas di Pulau Jawa tersebar luas di Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Tetapi potensi cadangan yang cukup besar untuk dikembangkan hanya terdapat di Kabupaten Lebak Provinsi Banten. Cadangan batubara di daerah Kabupaten Lebak merupakan cadangan terbatas untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar industri menengah dan industri kecil di dalam negeri. Potensi endapannya tersebar di daerah-daerah Bojongmanik, Panggarangan, Cihara, Cilograng dan Bayah.

    Mengingat cadangan sumber energi fosil (minyak dan gas bumi) dunia semakin menipis, sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional (KEN) maka pemerintah mencanangkan sampai akhir tahun 2025 pemanfaatan batubara sebagai sumber energi akan meningkat sampai 33%. Pemanfaatan batubara sebagai sumber energi sampai saat ini masih didominasi untuk penggunaan bahan bakar pembangkit listrik dan bahan bakar industri-industri besar. Namun demikian seiring dengan meningkatnya harga minyak mentah dunia yang berdampak pada meningkatnya harga BBM, maka upaya pemerintah untuk melakukan konversi penggunaan BBM kepada penggunaan batubara khususnya untuk kebutuhan bahan bakar industri menengah dan kecil perlu segera

    digalakan.

    Jenis Energi

    Sumber Daya

    Cadangan Terbukti

    minyak bumi

    86,9 m.barrel

    9 m.barrel

    gas bumi

    384,7 TSCF

    188 TSCF

    batubara

    57 m ton

    19,3 m ton

    Mengingat pada masa yang akan datang batubara merupakan salah satu komoditi pertambangan yang dijadikan sebagai andalan dalam pemenuhun kebutuhan energi nasional maka perlu kiranya Pemerintah Provinsi Banten khususnya Dinas Pertambangan dan Energi melakukan pemetaan tentang potensi batubara di Provinsi Banten sebagai upaya pemerintah daerah dalam mendukung kebijakan pemerintah pusat.

    Berdasarkan hasil pemetaan potensi batubara yang telah dilakukan oleh Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Banten pada tahun 2009, diperoleh hasil dengan kesimpulan sebagai berikut :

    Daerah penelitian (Kabupaten Lebak) pada umumnya merupakan daerah sebaran Geologi Tersier, dimana formasi-formasi batuan yang mengandung lapisan batubara (coal bearing formation), yaitu Anggota Konglomerat Formasi Bayah (Teb), Anggota Batupasir Formasi Cijengkol (Toj) dan Anggota Batupasir Formasi Bojongmanik (Tmbs), Anggota Batulempung Formasi Bojongmanik (Tmbc). Singkapan batubara di lapangan mempunyai kisaran ketebalan antara 0,20 m sampai 2,50 m.

    Singkapan batubara secara umum memperlihatkan ciri-ciri fisik sebagai berikut : lunak sampai kompak, warna hitam kecoklatan – hitam, kilap kaca – kusam, gores coklat – hitam, cleat rapat sampai beberapa cm, brittle, dengan mineral pengotor terdiri dari damar/resin, pirit dan oksida besi.

    Kualitas batubara yang ditemukan di wilayah Kabupaten Lebak bervariasi dari lignit hingga bituminous dengan kadar kalori antara 3.682 – 7.661 cal/gr.

    Dari perhitungan cadangan batubara yang didasarkan pada keberadaan singkapan batubara yang berada di daerah pemetaan, sumberdaya dan cadangan batubaranya adalah sebagai berikut :

    Untuk rencana penambangan sampai 60 meter dari permukaan cadangan batubara terukur adalah 8.304.600 ton dengan striping ratio 9,6; cadangan terduga 13.306.329 ton dengan striping ratio 9,7; cadangan tereka 13.306.329 ton dengan striping    ratio 9,9.

    Untuk rencana penambangan sampai 100 meter dari permukaan cadangan terukur 13.840.999 ton dengan striping ratio 16,0; cadangan terduga 22.177.216 ton dengan striping ratio 16,2; cadangan tereka 30.440.738 ton dengan striping ratio 16,5.

    https://3.bp.blogspot.com/-c_S-nW_D92Y/TYGEp_rUArI/AAAAAAAAAcY/BDsGLNMljsA/s1600/KEN.jpg

    Selain batu batubara terdapat pula bahan galian Zeolit, yaitu mineral yang berasal dari senyawa kristal alumino silikat yang memiliki struktur sangkar tiga dimensi, memiliki rongga-rongga dan saluran yang ditempati oleh ion logam alkali dan alkali tanah terutama Ca, Na, k dan Mg. Zeolit dikenal memiliki sifat utama sebagai kation pengganti (cation Exchange), katalis, molecular sieving dan absorption.  Berwarna hijau hingga kebiruan dan putih kecoklatan  dengan berat jenis 2 – 2,4. Ditemukan sebagai endapan sedimen dari debu vulkanik yang teralterasi.

    Di Provinsi Banten zeolit terdapat di daerah Kecamatan Bayah, Kecamatan Cibeber dan Gn. Kencana, Kabupaten Lebak. Perkiraan cadangan zeolit  berdasarkan perhitungan berdasarkan luas daerah penyebaran kurang lebih 34.000.000 m3 atau sekitar  68 – 81,6 juta ton. Bila ditinjau dari luas dan jumlah cadangan maka bahan mineral zeolit di Kabupaten Lebak ini memiliki cadangan yang cukup besar.

    Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, zeolit ini merupakan mineral yang multiguna diantaranya  adalah dapat  dimanfaatkan  untuk :

    -          Pembuatan bata, campuran beton, batu hias, blok-blok yang dipasang sebagai bahan dinding bangunan.

    -          Bahan campuran pada pakan ternak sebagai tambahan mineral.

    -          Sebagai bahan untuk penetralisir air kolam /tambak ikan dari zat amonium yang di keluarkan oleh ikan.

    -          Sebagai bahan penghilang bau dan penangkap /mengikat mineral logam berat yang terlarut dalam air seperti Fe, sehingga dapat berfungsi sebagai penjernih air untuk keperluan rumah tangga maupun proses pengolahan air limbah industri.

    -          Sebagai bahan campuran dalam pembuatan pupuk majemuk.

    Berdasarkan hasil analisis kimia dan difraksi sinar X zeolit Bayah berjenis Klinoptilolit dan Mordenit dengan komposisi kimia : SiO2 : 57 – 59 %; Al2O3  : 11 – 12 %; Fe2O3 : 2 - 5 %; MgO : 0,7 - 0,8 %; CaO : 1,3 – 1,5 %; K2O : 12 – 14 %; Na2O :4,9 – 5,4 %; TiO2 : 0,1 – 0,2 %.

    Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Banten bekerja sama dengan BPPT melakukan kajian terhadap mineral zeolit untuk mengetahui apakah zeolit yang ada di Banten dapat dijadikan sebagai bahan campuran dalam pembuatan pupuk majemuk.

    Pembuatan pupuk majemuk jenis ini sebenarnya juga telah dilakukan oleh BPPT di Kecamatan Batang Palupuh, Sumatera  Barat dengan nama pupuk majemuk PNP 2000, sehingga Distamben Provinsi Banten juga melakukan kunjungan dalam rangka studi banding dan dapat melihat langsung ke lokasi pilot proyek pembuatan pupuk majemuk tersebut.

    Dari hasil analisa kimia untuk mengetahui kandungan kimia mineral zeolit dan difraksi sinar X untuk mengetahui jenisnya tersebut ternyata mineral zeolit yang berada di Kabupaten Lebak dapat juga digunakan sebagai bahan dalam pembuatan pupuk majemuk jenis PNP 2000 seperti yang berasal dari Sumatera Barat.

    Bahan baku untuk pembuatan pupuk majemuk mineral PNP 2000 adalah  berupa :

    -          Zeolit

    -          Phosfat

    -          Dolomit

    -          Amonium sulfat

    -          Abu tandan kelapa sawit

    Kelima jenis bahan baku tersebut kemudian dicampuran dalam komposisi : 1 bagian zeolit, 1,5 bagian dolomit, 3,5 bagian abu tandan sawit, 3 bagian phosfat dan 1,5 bagian amonium sulfat.

    Unsur zeolit sendiri sebenarnya tidak mengandung unsur hara yang dibutuhkan tanaman tetapi karena memiliki Kapasitas Tukar Ion (KTK) yang tinggi maka akan bermanfaat dalam pengendalian pelepasan unsur-unsur kimia yang dibutuhkan oleh tanaman yang mudah larut seperti N, K2O dan S. Dalam pemupukan berperan sebagai pelepas lambat pupuk (slow release fertilized)

    Hasil kajian Dinas Pertambangan dan Energi Banten  tersebut hingga saat ini belum diuji cobakan di lapangan, baru sebatas kajian apakah zeolit yang berada di Kabupaten Lebak ini dapat dijadikan bahan campuran dalam pembuatan pupuk majemuk PNP 2000 atau tidak karena tidak semua jenis zeolit dapat di gunakan.


    Twitter


    Facebook


    Tentang Kami


    Statistik Kunjungan