PEMANFAATAN ENERGI SURYA UNTUK WARGA PERDESAAN YANG BELUM MENIKMATI LISTRIK


Oleh: Maulana Chaidir Malik, ST.

 

Sejak berdirinya Provinsi Banten pada tahun 2000, Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) senantiasa menggenjot peningkatan Rasio Elektrifikasi (RE) Provinsi Banten. Hal ini dilakukan dengan pelaksanaan program pembangunan Listrik Perdesaan.


Sampai dengan tahun 2015 tercatat Rasio Elektrifikasi Provinsi Banten mencapai 92,26%. Capaian ini sebagaimana diungkapkan Kepala Bidang Energi dan Ketenagalistrikan-Ari James Farrady, ST., MT., MSi. “Alhamdulillah, setelah melaksanakan program pembangunan listrik Perdesaan sejak tahun 2003 hingga akhir tahun 2015 Rasio Elektrifikasi di Banten telah mencapai 92,26%. Dengan capaian ini Provinsi Banten termasuk dalam jajaran provinsi yang terdepan dalam pembangunan bidang kelistrikan. Banten bisa menjadi salah satu lumbung energi nasional” demikian ungkapnya.

Walaupun capaian sudah sangat baik, tapi masih ada daerah yang belum dapat dipenetrasi oleh PLN maupun program Listrik Perdesaan. Terutama daerah-daerah terpencil, terisolir dan di bukit-bukit atau kaki pegunungan yang belum ada infrastruktur jalan raya yang banyak tersebar di wilayah Banten Selatan terutama di Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang.

Rasio Elektrifikasi Banten

Salah satu contoh daerah perdesaan seperti ini terdapat di Desa Pasir Haur, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak. Di desa ini terdapat satu perkampungan yang warganya belum menikmati listrik tepatnya di Kampung Lebak Sereh. Di kampung ini terdapat 15 rumah dan satu musholla. Mata pencaharian penduduk kampung ini adalah bertani atau mengelola sawah milik orang. Untuk mencapai kampung ini harus melalui jalan setapak menaiki bukit yang jaraknya kurang lebih 2km dari jalan aspal. Bila berjalan kaki diperlukan waktu sekitar satu sampai dua jam tergantung daya tahan stamina atau dengan membayar Rp50 ribu untuk ongkos ojek. Waktu tempuh dengan ojek jauh lebih singkat sekitar 20 menit sekali jalan.

Saat melalui jalan setapak menuju kampung, akan tersuguh pemandangan alam yang sangat fenomenal dan jarang sekali dijumpai di tempat-tempat lain. Para penggemar fotografi landscape sangat direkomendasikan untuk hiking menjelang waktu-waktu sunset/sunrise atau pada golden hour untuk mendapatkan foto dari pemandangan yang sangat memukau. Menurut beberapa warga sudah beberapa mahasiswa dari berbagai kampus yang sudah mengunjungi kampung ini sesuai dengan kepentingan dan tujuannya masing-masing, baik kerja lapangan, penelitian ataupun penyaluran hobby sebagai pencinta alam.

Saat bertemu dan bertamu dengan masyarakat di kampung ini, hati akan bergetar melihat kesabaran dan ketegaran warga menjalani hidup yang sangat sederhana kontras dengan kehidupan dunia modern yang penuh dengan fasilitas gadget elektronik dan mekanik serta kesibukan hiruk-pikuk kompetisi menggapai karir, harta, kuasa dan lainnya. Rasa syukur kepada Allah pun terbesit karena ternyata karunia yang diberikan-Nya relatif lebih baik dibandingkan dari warga kampung ini yang rumahnya masih beralaskan tanah dan memasak dengan menggunakan kayu bakar.

Selanjutnya dalam upaya meningkatkan kesejahteraan warga Kampung Lebak Sereh ini agar dapat menikmati listrik, aparatur desa mengajukan permohonan kepada Gubernur Banten dan menyampaikan proposal permohonan solusi untuk mengatasi ketiadaan listrik di kampung tersebut. Menimbang kondisi alam dan minimnya infrastruktur untuk mencapai kampung tersebut, Distamben Provinsi Banten memberikan solusi untuk memanfaatkan energi baru terbarukan dengan pemberian hibah Solar Home System (SHS) atau dalam instilah pembangunan bidang energi skala kecil sering disebut dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Tersebar.

Pemerintah Provinsi Banten sejak tahun 2009 sampai dengan 2015 telah memberikan bantuan hibah PLTS Tersebar/SHS sebanyak 1.761 unit kepada warga yang belum menikmati listrik dengan rincian penyebaran sebagai berikut :

  1. Kabupaten Pandeglang 1.017 unit
  2. Kabupaten Lebak 591 unit
  3. Kabupaten Serang 153 unit

Capaian EBT Provinsi Banten

Pada Bulan November 2015 yang lalu, alhamdulillaah, warga Kampung Lebak Sereh dan beberapa kampung serupa lainnya di wilayah Kabupaten Lebak dan Pandeglang telah menikmati listrik yang memanfaatkan tenaga surya. Pemerintah Provinsi Banten pada tahun anggaran 2015 yang lalu telah menyalurkan 300 unit SHS 100WP kepada warga dalam rangka peningkatan kesejahteraan dan pemerataan infrastruktur energi.

Setelah mendapatkan fasilitas perangkat SHS ini tentunya diharapkan taraf hidup dan produktifitas warga meningkat terutama putra-putri warga yang sedang bersekolah dapat belajar di malam hari menggunakan penerangan hasil penyimpanan energi surya. Selain itu yang tidak kalah penting adalah listrik dari tenaga surya ini bebas biaya (gratis) sehingga tidak membebani warga selama beberapa tahun mendatang.


Twitter


Facebook


Tentang Kami


Statistik Kunjungan