KADO PERSEMBAHAN DARI NEGERI CINCIN API


KADO PERSEMBAHAN DARI NEGERI CINCIN API

( oleh : Tata Henda )

 

Dalam istilah geologi regional, wilayah Indonesia termasuk dalam jalur Cincin Api (Ring of Fire) yaitu jalur dimana terjadi pembentukan rangkaian gunung api aktif. Ring of Fire ini adalah sebuah busur morfologi gunung api melingkari Samudera Pasifik, melengkung mulai dari pantai barat Amerika Selatan, Amerika Utara, Alaska, Kepulauan Aleutian-pesisir Timur Tiongkok, Kepulauan Jepang, Kepulauan Indonesia, hingga Kepulauan Selandia Baru (Gambar 1).

Busur gunung api atau busur magmatis terjadi karena pergerakan lempeng tektonik yang saling mendekat atau menjauh. Dalam hal ini di wilayah wilayah pulau Jawa, termasuk wilayah Provinsi Banten interaksi antar lempeng tektonik yang terjadi adalah saling bertumbukannya antara Lempeng Samudera Indo-Australia dan Lempeng Benua Eurasia. Pada lokasi tumbukannya lempeng samudera menunjam ke bawah lempeng benua. Salah satu akibat dari proses ini adaah peleburan batuan menjadi kantong-kantong magma yang kemudian naik ke permukaan menghasilkan aktivitas vulkanik (Gambar 2).

Proses geologi berupa magmatisme dan vulkanisme yang terus menerus selama tidak kurang dari 40 juta tahun ini, tidak hanya menghasilkan mineralisasi logam terutama logam mulia, tetapi juga mengasilkan banyak batuan dan mineral yang menarik. Batuan dan mineral ini tidak hanya kalimaya dan batusempur (fosil kayu) yang sudah sangat luas dikenal bahkan ke luar negeri, tapi juga beberapa yang lainnya seperti, kuarsa, agate, jasper dan batu pancawarna.

Emas di wilayah Banten sudah ditambang sejak zaman Hindia Belanda, kemudian setelah kemerdekaan dilanjutkan oleh pemerintah melalui Badan Usaha Milik Negara yang sekarang bernama PT. Aneka Tambang, berlokasi di Cikotok, Kabupaten Lebak. Meskipun tambang emas Cikotok telah lama berakhir, akan tetapi di wilayah Cikotok dan sekitarnya masih terdapat beberapa perusahaan swasta dan pertambangan rakyat baik yang resmi maupun illegal yang melakukan penambangan emas. Daerah lain yang memiliki potensi emas yang sudah ditambang yaitu di Cibaliung, Kabupaten Pandeglang. Selain itu juga masih terdapat beberapa kegiatan eksplorasi untuk emas seperti di Gunungkencana, Cijaku, Cirinten, Kabupaten Lebak.

 

Kalimaya

Kalimaya adalah salah satu jenis mineral silika terhidrasi yang dikenal sebagai opal dengan formula SiO2.nH2O. Terbentuknya mineral ini diyakini sebagai hasil proses pelindian (leaching) dari endapan batuan yang sangat kaya dengan mineral silika, kemudian diendapkan di celah-celah atau rongga batuan. Mineral ini sangat indah dan menarik karena seringkali menampakkan warna-warni yang cantik sehingga disebut sebagai batu permata, bahkan Australia memasukkan opal ke dalam kelompok batu mulia (precious stone), dan menjadi komoditas penting bahkan menjadi ikon batu mulia Australia.

Di Indonesia batu permata opal hanya terdapat di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, yaitu di Kecamatan Maja, Kecamatan Curugbitung, Kecamatan Sajira dan Kecamatan Cimarga. Batu permata ini ini disebut sebagai kalimaya, sementara untuk istilah opal di daerah penghasil kalimaya hanya digunakan untuk jenis mineral opal putih tanpa permainan warna. Karena banyak penggemar bahkan hingga mendunia, kalimaya diklasifikasikan dalam berbagai jenis, seperti kalimaya hitam (black opal), kalimaya teh, kalimaya susu, kalimaya Kristal, kalimaya bunglon, kalimaya sempur dan kalimaya boulder. Dari semua jenis tersebut, kalimaya hitam lebih banyak dicari sehingga memiliki harga jual yang sangat tinggi, meskipun terkadang kalimaya teh dan kalimaya susu juga bias sangat mahal, tergantung dari keindahan permainan warnanya.

Gambar Kalimaya Hitam (BLACK OPAL)

Gambar Kalimaya Teh dan Kalimaya Kristal

Gambar Kalimaya Susu dan Kalimaya Bunglon

 

Batusempur (fosil kayu)

Batusempur adalah fosil kayu terkersikkan (tersilikakan) yang terbentuk karena pergantian material kayu yang terkubur oleh larutan silika. Prosesnya hampir sama dengan proses pembentukan kalimaya, akan tetapi dalam beberapa kasus bisa terjadi bahwa larutan silika yang membentuknya berasal dari larutan hidrotermal yang berasal dari proses pembekuan magma. Oleh karena itu tingkat silisifikasi untuk batusempur berbeda beda sehingga pelaku usaha batusempur mengkasifikasikan batusempur menjadi; batusempur beledug, batusempur porselen, batu sempur semi akik dan batusempur akik, dimana batusempur akik mempunyai tingkat silisifikasi paling tinggi bahkan sempurna.

Batu sempur adalah produk ekonomi kreatif yang sudah berjalan sejak puluhan tahun yang lalu, meskipun di wilayah Banten usaha ini baru menggeliat sekitar tahun 2003 setelah Pemerintah Provinsi Banten melakukan kegiatan pelatihan pengolahan fosil kayu.

 

          Raw material batusempur                         Batusempur unik berlafadz

           Gambar. Batusempur dengan tingkat silisifikasi tinggi

 

Kuarsa dan Agate

Kuarsa dan agate adalah mineral silika SiO2 dengan perbedaan bahwa kuarsa umumnya berbentuk kristal sehingga penampakannya bening dengan variasi warna sesuai dengan kandungan unsur-unsur lain didalamnya. Kuarsa dan agat biasa diolah sebagai batu permata dalam berbagai bentuk, mulai dari mata cincin, kalung serta asesoris lainnya.

Di wilayah Provinsi Banten kuarsa dan agate biasanya tersebar di dekat daerah-daerah mineralisasi, atau terendapkan berupa hanyutan di sungai-sungai. Wilayah Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang merupakan wilayah yang dekat dengan tempat-tempat kedudukan mineralisasi, sehigga sering ditemukan kuarsa dan agate.

Gambar.Aneka kuarsa dan agate yang bahannya dapat ditemukan dengan mudah di daerah-daerah mineralisasi

 

Jasper

Jasper adalah jenis mineral silica yang biasanya terdapat dalam batuan sedimen sebagai fragmen konglomerat. Tempat penyebaran jasper di wilayah Banten adalah di sekitar Kecamatan Cibaliung dan Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang dan beberapa lokasi di Kabupaten Lebak. Selain agate, jasper juga memiliki keindahan tersendiri dengan warna merah, merah hati bahkan hijau sehingga dapat diolah sebagai batu hias bahkan batu permata.

Gambar. Aneka rupa batu pancawarna asal Banten

 

Literatur

Tata Henda, 2018, Mengenal Batusempur dan Kalimaya, Pemerintah Provinsi Banten, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral

Patti Polk, 2016, Collecting, Rocks, Gems and Minerals, F & W Media Inc. Iowa, WI


Twitter


Facebook