POTENSI ENERGI PANAS BUMI


Potensi Energi Panas Bumi

Energi Geothermal yang di rubah menjadi energy listrik dengan menggunakan peralatan turbin uap dan generator. Uap Geothermal di gunakan untuk memutarkan turbin yang menghasilkan energy listrik. Konsep dasarnya mirip seperti dynamo sepeda, hanya tenaga penggerakan nya adalah uap Geothermal. Pambangkit listrik yang menggunakan energy Geothermal dikenal dengan PLTP (Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi).

  Pembangkit Listrik tenaga panas bumi (PLTP) pada prinsifnya sama seperti pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Uap dibuat di permukaan menggunakan boiler (pemanas) untuk memutar turbin PLTU, sedangkan pada PLTP uap berasal dari reservoir panas bumi. Apabila fluida di sumur bor berupa Fasa uap, maka uap tersebut dapat dialirkan langsung ke turbin untuk memutar generator. Hal lain yang membedakan antara PLTP dan PLTU adalah sumur bor. PLTP membutuhkan sumur bor untuk mendapatkan uap dan membutuhkan sumur injeksi untuk memasukan air ke dalam sumber panas. Apabila PLTU tidak membutuhkan sumur bor, karena penguapan air di lakukan di permukaan.

PLTP terbagi menjadi 3 berdasarkan jenis fluidanya, yaitu : Dry Steam, Flash Steam dan Binary Cycle.

  1. PLTP system Dry Steam .

PLTP system Dry Steam adalah pembangkit pertama di dunia. Pembangkit ini menggunakan uap dari sumur bor untuk memutar generator untuk menghasilkan listrik. Di Indonesia Sistim ini digunakan di PLTP Kamojang dan Wayang Windu, Jawa Barat.

  1. PLTP Sistem Flash Steam

Pembangkit listrik dengan metode flash steam adalah tipe pembangkit yang paling sering digunakan saat ini. Tipe ini menggunakan air pada air temperature lebih besar dari 360°F (1820°C) yang di pompakan di bawah tekanan tinggi ke generator. Selama aliran air panas pada pipa menuju generator-generator, tekanan tiba-tiba berkurang, seiring dengan pengubahan menjadi uap. Uap ini kemudian digunakan untuk menggerakan turbin. Sisa dari air panas di injeksikan kembali menggunakan sumur injeksi ke bawah permukaan. Contoh penggunaan operasi Flash Steam adalah CalEnergy Navy yang berada di lapangan Geothermal Coso

  1. PLTP Sistem Binary Cycle

Pada Pembangkit listrik denga tipe Binary Cycle, dimana air dan uap dari reservoir tidak langsung ke generator. Air dari reservoir Geothermal di gunakan untuk memanaskan fluida lainnya, dimana fluida di uapkan dan di gunakan untuk memutar unit turbin. Air yang berasal dari Geothermal dan Fluida berada dalam system Binary Terpisah dalam system sirkulasi yang berbeda, tetapi terjadi transfer panas dari air Geothermal ke fluida tersebut. Pembangkit ini juga tidak memproduksi emisi udara.

Pemanfaatan Geothermal Secara Langsung

Secara umum, pemanfaatan panas bumi dapat dibagi menjadi 2, yaitu :

  • Pemanfaatan tidak langsung : pemanfaatan energi panas bumi untuk pembangkit tenaga listrik, baik untuk kepentingan umum maupun kepentingan sendiri
  • Pemanfaatan langsung : pemanfaatan energi dan/atau fluida panas bumi untuk keperluan non listrik, baik untuk kepentingan umum maupun kepentingan sendiri

Pemanfaatan panas Dari energy Geothermal dapat di manfaatkan langsung. Air panas dari sumber Geothermal di gunakan dalam kegiatan industri, rumah kaca, pengeringan hasil panen, pemanasan ruangan, Balneology (pengobatan) atau untuk mencairkan salju di Negara-negara yang beriklim dingin. Penggunaan seperti ini disebut dengan penggunaan langsung (Direct Use). Pada umumnya penggunaan energy Geothermal secara langsung di lakukan pada suhu Reservoir yang sudah tidak ekonomis untuk di gunakan sebagai pembangkit listrik.

  1. Pemanfaatan Geothermal di bidang Pertanian

Air yang berasal dari Geothermal dapat di gunakan pada ladang pertanian untuk irigasi, Pemanas tanah, dan mensterilkan tanah. Pemanfaatan ini sangat baik karena menggunakan pemanasan pada temperature rendah dimana sumber daya sangat melimpah. Tumbuhkan akar terbuka (Sayuran dari Varietas ’musim dingin’) yang bersuhu 21°C.

Penggunaan Irigasi bawah permukaan dengan peralatan pipa pemanas tanah menjaga agar penggunaan air Geothermal di permukaan terkontrol.

  1. Pemanfaatan Geothermal untuk Rumah Kaca.

Rumah kaca adalah sebuah ruangan yang di rancang untuk menumbuhkan tanaman yang di bawah kondisi lingkungan yang dapat terkontrol. Efek rumah kaca menyebabkan radiasi matahari. Efek radiasi rumah kaca adalah salah satu pendukung terjadinya Global Warming. Maka dari itu untuk mengurangi radiasi rumah kaca di gunakan pemanasan yang memanfaatkan sumberdaya Geothermal. Beberapa tumbuhan seperti Mawar membutuhkan control kelembaban dan sirkulasi udara yang baik untuk menghindari terjadinya penjamuran pada daun.

  1. Pemanfaatan Geothermal untuk Budidaya perairan dan peternakan

Budidaya pada budidaya peraiaran merupakan suatu cara pemeliharaan dan budidaya organisme air tawar dan atau air laut. Dalam budidaya ini sasaran yang ingin di capai adalah untuk memanasi air sampai temperature maksimum untuk pertumbuhan ikan. Udang dan ikan lele mencapai pertumbuhan optimum pada suhu mendekati 32°C (90°F), Dengan 50% pertumbuhan optimum di peroleh diatas temperature 20°C dan 26°C (68°F dan 79°F).

Pemanfaatan geothermal di bidang peternakan dapat menghemat biaya serta dapat mempercepat proses peternakan seperti penetasan telur ayam, bebek, serta proses Strelisasi susu sapi.

  1. Pemanfaatan Geothermal Untuk Industri

Pemanfaatan Geothermal di bidang Industri yang terbesar adalah pada Industri pulp, Pengolahan kertas, Pencelupan tekstil dan kayu. Berikut pemanfaatan Geothermal di beberapa Negara di dunia :

  1. Di China, air Geothermal Bertemperatur rendah (48°C-79°C; 118°F-174°F) di gunakan khususnya untuk permintaan wool dan pengeringan kain di Provinsi Guangdong dan Liaoning.
  2. Lapangan Gas Jiannan, Provinsi Hubei telah memproduksi bahan kimia selama beberapa tahun dari air asin panas bumi. Di samping menghasilkan 10.000 ton garam dapur
  1. Pemanfaatan geothermal untuk pariwisata

Wisata pemandian air panas adalah salah satu pemanfaatan geothermal di bidang pariwisata. Orang yang berwisata ke tempat kolam air panas bukan sekedar untuk meleraksasi tubuh dan meregangkan otot. Namun, ada beberapa orang yang melakukan pengobatan dengan cara mandi di kolam air panas. Karena air panas dari geothermal mengandung belerang yang mampu mengobati penyakit kulit.

Geothermal Sebagai Energi Ramah Lingkungan

Energi panas bumi bersifat ramah lingkungan bila dibandingkan dengan jenis energi lainnya terutama bahan bakar fosil (fossil fuel). Emisi gas CO2 yang dihasilkan dari energi panas bumi jauh lebih kecil, sehingga bila dikembangkan akan mengurangi bahaya efek rumah kaca. Pembangkit listrik dengan menggunakan batubara, merupakan penyumbang emisi gas CO2 terbesar disusul pembangkit listrik menggunakan bahan bakar minyak bumi.

 


Twitter


Facebook


Tentang Kami


Statistik Kunjungan