HIDROTERMAL DI CIBERANG


HIDROTERMAL DI CIBERANG

Konsep Geotrek ini meliputi  sebagian wilayah Kecamatan Lebakgedong, Kecamatan Sajira dan Kecamatan Cipanas Kabupaten Lebak. adapun lokasi-lokasi yang menjadi obyek pengamatan yaitu, aliran sungai Ciberang, sebagian Taman Nasional Gunung Halimun-Salak, lokasi air panas, lokasi fosil kayu dan lokasi kalimaya (opal).

Ciberang adalah nama sungai yang berhulu di Gunung Halimun dan bermuara di sungai Ciujung di bagian barat kota Rangkasbitung. Hulu sungai Ciberang adalah daerah yang tersusun dari batuan gunung api muda (Kuarter) yang menutupi Batuan Gunung api tua yang berumur Tersier. Karena di wilayah ini aktifitas magmatik dan tektonik berlangsung terus menerus sehingga pada batuan gunung api tua terjadi alterasi (Ubahan) hingga mineralisasi logam mulia dan logam dasar dalam urat-urat kuarsa yang terbentuk melalui proses hidrotermal. Segala jenis batuan dasar, batuan ubahan serta urat-urat kuarsa sebagian terhanyut terendapkan di sepanjang aliran sungai Ciberang.Sementara aktifitas tektonik menyebabkan adanya struktur-struktur patahan yang menciptakan morfologi dengan kemiringan terjal berupa gawir-gawir dan air terjun.

Di bagian tengah, aliran sungai ini melalui batuan sedimen zaman Tersier dan batuan gunung api muda. Batuan sedimen yang terpotong aliran Ciberang diantaranya adalah; Anggota Batugamping dan Anggota Batulempung dari Formasi Bojongmanik serta Formasi Genteng yang banyak mengandung fosil kayu terkersikkan, oleh karena itu di bagian ini dasar Ciberang juga banyak menyimpan fragmen-fragmen fosil kayu.

Aliran sungai Ciberang

Tempat yang paling mudah mengakses aliran sungai Ciberang diantaranya adalah Kampung Muara, di tempat ini terdapat lokasi sebagai titik awal kegiatan arung jeram Ciberang, ke arah hulu, sungai ini juga dapat diakses melalui Desa Ciladauen. Aliran sungai ini menjadi sangat menarik karena sebagian besar daerah hulunya berada di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun-Salak (TNGHS), suatu wilayah yang secara geologis juga menyimpan cadangan sumber daya mineral, khususnya mineral logam mulia. Sungai ini dan beberapa anak sungainya menghanyutkan batu-batuan yang mengandung emas, sehingga dibeberapa tempat banyak penduduk yang memunguti kerikil di sungai ini dan dijual ke pengepul untuk kemudian diproses untuk mengambil emasnya.Lagi-lagi berjalan menyusuri sungai ini menjadi sangat menarik karena kita dapat menemukan batu-batuan yang menarik selain kita dapat menikmati dan belajar tentang kebumian di tebing-tebing dan beberapa air terjun yang ada seperti Curug Cihear yang berketinggian 25 mt.

Aliran Ciberang sebagai arena arung jeram

Kerikil Ciberang yang mengandung emas

Selain keterdapatan mineralisasi pada batuan gunung api berumur Tersier, pada sekitar daerah gunung api Kuarter juga terdapat potensi untuk pengembangan geowisata yaitu dengan adanya beberapa lokasi mata air panas yang diduga sebagai manifestasi dari system panas bumi Gunung Endut. Lokasi-lokasi tersebut diantaranya adalah Cikawah dan Cipanas.


Twitter


Facebook


Tentang Kami


Statistik Kunjungan